Aplikasi Finansialku jamin keamanan data pengguna

Jakarta (ANTARA News) – Penyedia bantuan perencanaan keuangan, Aplikasi Finansialku, menyatakan bahwa data penggunanya aman karena dienkripsi dengan baik.

Selain perencanaan keuangan lewat aplikasi, Finansialku juga menyediakan kursus online berbayar tentang keuangan. Mereka juga menyediakan ebook yang dapat diunduh secara cuma-cuma antara lain tentang mengelola keuangan di usia 20-an, menyiapkan dana pendidikan dan cara berinvestasi.

“Membahas apa pun tentang keuangan, misalnya keuangan pribadi, dana pendidikan, pensiun, hingga tips mengatur keuangan,” kata COO Finansialku Harris Darmawan, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis (24/1) malam.

Finansialku bermula dari lembaga perencanaan keuangan konvensional, mereka menerima klien melalui pertemuan langsung. Mulai 2015 mereka melirik dunia digital untuk mengembangkan kemampuan mereka secara bisnis dan juga agar literasi finansial sampai ke publik yang lebih luas.

Sekitar 2016 lalu, mereka masuk ke aplikasi untuk perangkat seluler dan membuat portal untuk memberikan edukasi dan tips tentang keuangan.

Meski pun sekilas terkesan seperti aplikasi edukasi keuangan, Finansialku tergolong perusahaan rintisan di bidang teknologi finansial karena mereka menyediakan produk perencanaan keuangan.

Aplikasi Finansialku dapat diunduh secara gratis di Google Play Store, mereka masih mengembangkan untuk perangkat iOS. Tapi, untuk menikmati layanan lengkap di aplikasi, pengguna dikenakan biaya berlangganan sebesar Rp350.000 per tahun.

Biaya tersebut antara lain mencakup konsultasi dengan perencana keuangan agar pendapatan yang diterima dapat dikelola sesuai dengan tujuan, misalnya untuk membeli rumah atau biaya pendidikan anak.

Aplikasi Finansialku dilindungi dengan enkripsi untuk memproteksi data-data keuangan yang dimasukkan pengguna sehingga Finansialku, selaku penyedia aplikasi, pun tidak dapat melihat data tersebut.

“Bahkan perencana keuangan, tidak bisa melihat data di aplikasi. Jika ada pengguna yang ingin konsultasi, mereka diminta untuk memberikan datanya, misalnya lewat tangkapan layar,” kata Harris.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019